Topeng kehidupan
Bersandiwara di panggungnya
Bergerak sesuai garis edar
Yang pusing mengitari zamrudnya
Dan lelah itu tentu pasti
Lidah Emas Lidah Berkarat
Entah indah
Entah buruk rupa malah
Aku tak mengerti
Dan aku tak mau mengerti tentu
Lidah emas Lidah Berkarat
Disekitar kita
Disekitar panggung hidup fana
Demi suatu sejuknya posisi
Rela mengadu
Aturan Tuhan aturan zaman
Semua disesuaikan dengan lidah
Lidah Emas Lidah Busuk
Meajang tipis qalbu
Disini semerbak wangi perkataannya
Dari sana pula tercium
Bau bangkai sisa sisa lidah lidah itu tentu
Hidup sekarang tidak menjadi beres
Berteman ajal pun tak kuasa ada beraninya
Jemu namun candu
Dengan sisa sisa nafas terakhir
Yang belakangan ini terasa begitu serat
Sungguh Tuhan
Apakah mereka
Si Pemilik Lidah Emas
Dapat melobi firman firmanMu
Yang kerap mereka lontarkan
Pada panji panji kehidupan palsu
Yang busuk
Aku lelah
Lemas pasrah
Peluk aku Tuhan
Yogyakarta, 3 Mei 2012
Karya Orang Sisa Sisa
Bukan untuk menyindir, hanya menyadarkan. Kita akan mati, bukan kehidupan kekal yang kita cari, tapi Tanda kehidupan yang kita tinggalkan, itulah yang lebih berkesan. Semoga Tuhan masih berkenan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar